Home / Tausiyah Al Habib Sholeh Al Attas / Catatan washiyat abuya dan “Duo” Habib Alwi

Catatan washiyat abuya dan “Duo” Habib Alwi

Catatan washiyat abuya dan “Duo” Habib Alwi di malam PERINGATAN MAULID NABI dan HARLAH RIBATH NURUL HIDAYAH

___________________________________

Muqoddimah PERJALANAN…

Tak seperti malam yang biasa kulewatkan, indahnya malam kali ini ku bisa luangkan waktu, mengulang masa lalu, mencoba menikmati taman surgawi, majelis ilmu dan dzikru-Robbi.Jam menunjukkan pukul 20.00WIB tanggal 24 Januari 2011 atau 1 Rabiul Awwal tanda dimulainya tabuhan Hadroh.

Hadroh ditabuh, syair dilantunkan, ratusan kaki berjalan, langkah demi langkah muslimin muslimat menuju ke suatu perhelatan mulia. Tak ketinggalan anak2 kecil terkagum mendengar alunan syair cinta, entah itu apa artinya. Tak sadar mereka masih kecil namun sudah terbawa dalam suatu misi dakwah. Dakwah yang mengajarkan diri mengenal nikmat agung yakni nikmat menjadi Ummat Nabi Muhammad saw…Mereka berkumpul di acara Tasyakkur atas kelahiran Baginda saw,Tertulis di BackGround Majlis tersebut:

PERINGATAN MAULID NABI dan HARLAH RIBATH NURUL HIDAYAH

 

Di mulai dengan ummul kitab, acara pun berlangsung dengan khidmah,Sambutan yang dinanti para muhibbin itu tiba, Buku catatan atau handphone mereka persiapkan sekedar untuk menulis kalam dari guru tercinta. Sebagaimana hal itu telah diamanatkan Abuyya untuk selalu mencatat ilmu yang telah disampaikan sehingga jikalau lupa, maka akan ada yang mengingatkan kita, sebagai sarana mutolaah.Kalam murobbi mereka yakni Abuyya Al-Habib Sholeh bin Ali al-atthos pun dimulai.

1. SAMBUTAN ABUYYA ALHABIB SHOLEH BIN ALI ALATTAS

Di dalam sambutannya, Beliau menyampaikan harapan utama acara tersebut, tidak lain dan tidak bukan semoga perkumpulan tersebut bisa menyenangkan rasulullah saw.

Acara peringatan Maulid Nabi dan Harlah Ribath Nurul Hidayah ini yang biasanya diadakan tiap malam Rabu di bulan mawlid, maka Mulai tahun depan beralih menjadi di malam 10 mulud. Hal tersebut mengingat akan lebih pas dengan jadwal/kurikulum tes santri yaitu tanggal 1-8 sehingga diadakan setelahnya.

Di ribath ini, santri2 diajari bbagai mcm ilmu dr ilmu tawhid, fiqh, akhlaq serta menerapkan komunikasi dengan lughotul arobiyah dan ma’nani kitab secara jawiyyah.

Semua itu terlaksana berkah dari guru2 Pengasuh mulai dari Pondok Pesantren AlAnwar Sarang Rembang syaikhona Mbah maemoen Zubair, Pondok Pesantren  Darul hadis Malang, dan juga berkah dari Darul Mustofa Hadromawt assayyid ad’Da’i ilallah AlHabib Umar bin Hafidz…

Tidak berpanjang lebar, Abuyya menangis dan dengan sedikit terbata serta lirih Ia berdoa meminta kepada Ilahi Robbi, Semoga santri-santri Ribath Nurul hidayah menjadi santri-santri yang diridhoi Rasulullah saw dan yang membahagiakan orang tuanya. Amin Amin Ya Robbal ‘Alamiin…

 

 

2. MAWIDZOH HASANAH Habib ALWI BIN AHMAD ALAYDRUS  dari Hadromawt, YAMAN: (diterjemahkan oleh AL HABIB HAMID BIN JA’FAR ALQODRI (JAKARTA) )

Beralih ke acara selanjutnya, Mawidloh Hasanah dari adDa’i Ila Allah alHabib alwi bin ahmad alaydrus, hadromawt. Alhabib yang memiliki wajah mirip Guru kita AlMusnid  alHabib Umar bin Hafidz ini memulai nasihat dengan mengatakan bahwa Bulan (Rabiul Awwal) ini menjadi mulya berkat Rasulullah saw lahir di bulan ini. Jikalau saja beliau lahir di bulan ramadhan maka, tak mulialah rabiul awal, namun kemuliaan itu akan beralih kepada ramadhan, namun alhamdulillah, kita bisa berada di bulan mawlid. Bulannya Seorang yang dilahirkan untuk menghapus segala bentuk kemusyrikan dg cahaya mulyanya.

Rasul saw lahir di 12rabiul awal, meski ada yang bilang 7 Rabiul awal, ada yang bilang 9 Rabiul awal tapi yang mu’tamad adalah pada 12 rabiul awal. Pada detik kelahiran beliau, tidak ada yg membantu ibunda Rasul, sayyidah aminah, dalam proses kelahiran. Maka Allah membantu ibunda dengan menurunkan Siti maryam dan siti asiyah serta wanita2 mulia lainnya.

Beberapa bulan sebelum lahir, ibu beliau bermimpi bertemu nabi-nabi sebelumnya satu per satu. Dan dikabarkan kepada ibunda bahwa akan lahir nabi mulia dari rahim nya. Tatkala lahir pun, ruangan tiba2 menjadi terang.Paman nya, abbas bin abdulmutthalib bercerita: Sesungguhnya alasan aku masuk Islam adalah karena sejak kelahirannya aku melihat rembulan dimainkan dengan jarinya, jarinya ke kanan, rembulan ikut ke kanan, jarinya ke kiri, rembulan ikut ke kiri. Demikian diceritakan oleh Imam nabhani dalam kitab anwarul muhammadiyyah.

Salah seorang yang pernah menyusui baginda saw, berkata; “aku khawatir dg bintang gemintang yg selalu mendekati beliau kemana ia pergi.”Pada detik agung kelahiran beliau ini, malaikat2 mengabarkan bahwa manusia, binatang dan tumbuhan akan menjadi mulia, kemuliaan berkat kemulyaan rasulullah saw lahir.

Saat mekah paceklik /kemarau, kakeknya (abdul Mutholib) membawa si kecil rasul saw lalu tubuh mulia beliau ditempelkan ke dinding ka’bah. Kemudian dengan penuh kesungguhan Kakek Rasul saw berdoa dan tawasul melalui keberkahan si kecil mulya Rasulullah saw. Belum selesai doa kakek rasulullah, hujan pun turun… Subhanallah.

Dan Pernah pula kakek beliau membawa rasulullah. Saat akan mencium Hajar aswad, tiba2 hajar aswad malah mendekati rasulullah saw.

Hal yang menakjubkan lagi tatkala sayyidah halimah sa’diyah menemui ibu rasulullah, btanya dimana rasul, si kecil yang akan disusuinya, lalu Halimah pun masuk ke kamar rasul. Rasul saw yg digendong pun melihat halimah, dengan wajah yang tersenyum. Sehingga terpancarlah cahaya dari beliau dan membuat kesenangan bagi halimah serta suaminya.Tatkala pergi, sayidah halimah membawa keledai yang sudah lemah, tiba2 keledai itu menjadi kuat bahkan mendahului kendaraan yg lain. Ktika ditanya rombongan lain knapa si keledai jd kuat, dijawab oleh halimah, itu berkat keledai ini membawa rasul yang mulya.

Halimah pun heran dengan awan yang ikut menutupi rasul yang digendongnya. Terheran pula sayidah Halimah saat kurma2 serta bebatuan mengucap salam kepada si kecil Rasulullah: “assalamu’alayka ya Muhammad..”

Pun Dikenal pula di Arab sana nama Bab-ha yaitu nama satu bebatuan yang pernah menyampaikan salam kepada Rasulullah. Letaknya antara mekah dan mina.

Demikian diceritakan oleh AlHabib Alwi bin ahmad Alaydrus mengenai keindahan mujizat kelahiran Nabi saw hingga keajaiban semenjak Nabi saw masih kecil.

Lanjut beliau, Di alam wujud ini tidak ada sesuatu yg pantas diperingati melainkan peringatan Kelahiran Rasulullah saw. Karena Kita semua yang hadir ini melaksanakan perintah Allah swt dalam firmanNya:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ

 

katakanlah (wahai rasulullah) dengan karunia Allah, serta dengan Rohmat Allah, maka dengan itu berbahagialah/bergembiralah.

Maka apakah Rahmat yang dimaksud??, tiada lain adalah Rasul saw, rahmatan lil alamin.

Kita wajib berbahagia dengan adanya Beliau saw. sebagaimana yang kita maksudkan dari acara ini. Maka sungguh kehadiran kita ini akan menyenangkan hati Muhammad saw.

Maka masing2 dari kita akan dikabarkan kepada Rasulullah saw. Dikatakanlah bahwa si fulan bin fulan,tiap2 dari kita disebut namanya bahwa di malam ini sedang hadir memperingati kelahiran engkau ya Rasul.

Tidakkah suatu kebanggaan bagi kita disebutkan nama kita di depan Rasul saw.???

Andai tiap orang mengerti kemulyaan majlis seperti ini, niscaya inginlah majelis ini berlangsung terus.

Dikisahkan Di mesir, ada orang yang selalu mengundang muslimin untuk hadir acara semacam ini tiap 12rabiul awal. Dan Ia punya tetangga seorang yahudi suami istri. Si istri yahudi heran kenapa diadakan jamuan pada hari tersebut. Maka dijawab bahwa di malam itu adalah malam kelahiran nabi umat Muslim.

Maka masing2 suami istri itu tidur dan si istri pun bermimpi. Si Istri bermimpi berada pada kumpulan maulid. lalu ia melihat di tengah perkumpulan trsbt seorang yang bercahaya. Ketika ditanyakan ke orang2 sekitar maka dijawablah bahwa org di tengah tsbt yakni Rasul saw, dan yang di samping2 beliau adalah para sahabat nabi saw, mereka semua dtg ke tempat ini karena senang akan peringatan mulya tsb. Subhanallah.

“Bagaimana ya jika di malam ini qt kdatangan Rasulullah saw?? ” Begitu tanyanya Alhabib alwi di tengah cerita.

Lanjut cerita, si wanita yahudi ini mencoba menemui beliau saw : wahai muhammad. Jawab nabi: Labbaika. Si wanita yahudi menjawab: Bagaimana mungkin aku engkau mulyakan dengan Jawabanmu itu??. Nabi: “Aku tidak menjawab kecuali aku tahu engkau akan masuk islam.” Singkat cerita, si istri masuk islam di tangan rasul saw dan berjanji akan mengadakan maulid nabi,Lalu bangun dr tidurnya, si istri belum bercerita dan masih  dalam kebimbangan.

Tiba-tiba si suami bergegas akan pergi, maka ketika ditanya si Istri pun bingung lantas bertanya: “engkau akan kemana??”Maka si suami itu menjawab: “Aku akan mengadakan Acara peringatan Maulid karena aku bermimpi masuk Islam dan berjanji kepada Rasulullah setelah mimpimu.”

Dan akhirnya, si Istri pun yakin sehingga mereka berdua akhirnya masuk islam dan menjadi bersemangat mengadakan jamuan yang sama dalam rangka memperingati kelahiran rasul saw.

Maka perhatikanlah ini orang yahudi masuk islam langsung di tangan Rasulullah saw.

Maka mulai malam di permulaan rabiul awal ini kita harus berniat untuk mulai berlaku dengan tingkah lakunya Rasul saw. Mudah2an Allah jadikan kita bisa berakhlaq dengan  akhlaq rasul saw. Dan kita bisa memandang Rasul saw. Dan mudah2an qt diberkahi, jg berkah bagi yg ikut berpartisipasi dlm acara ini, juga terlebih kepada alHabib soleh dan yang membantu perjuangan beliau.

Demikian AlHabib Alwi bin Ahmad Alaydrus mencukupkan nasihat kebaikan tersebut dengan doanya…

Qobuuuul…Ya Robb..

 

3. MAWIDOH HASANAH dari Habib ALWI BIN ALI Alhabsyi SOLO.

Ba’da Salam, Hamdalah, dan Solawat, Beliau mengatakan bahwa Kita sudah sepatutnya bersyukur atas mawlid nabi. Karena manusia diciptakan dengan sebaik2 bentuk. Bahkan kita dijadikan sebagai muslim sehingga jika kita tetap dalam keimanan ini, maka kita khusnul khotimah. Aamiin

Sebagaimana disampaikan Imam Haddad bahwa Kenikmatan islam merupakan kenikmatan utama.Dan bukan karna itu saja, tapi ada ni’mat karena kita menjadi umat rasul. Bukan cuma itu, kita diberi lisan kok bisa bersolawat kepada Rasullah. Bukan cuma itu juga, kita bisa berkumpul bertemu dengan cucu2 dzuriyatNya Rasulullah… Masyaallah..

Makanya ikhwani, kita musti bersyukur atas itu semua. Siapa bersyukur, ditambahlah ni’matnya.

Pernah Suatu ketika ada keluarga yang dikasih ujian kekayaan, punya putra-putri soleh/solehah. Namun anehnya si suami jarang bersodaqoh alias Pelit. Suatu saat ada pengemis kelaparan sehingga ditendang oleh si suami. Kecewalah si miskin hingga ia meneruskan perjalanan lalu ia membaca hadits rasul, ttg brp bnyknya orang faqir dihinakan/org tak mampu teraniaya lalu jika berdoa maka Allah segera kabulkan..

Maka si miskin pun berdoa: Aku tidak mmohon apa2 ya Allah, aku tidak menginginkan adzab turun pada si suami kaya tersebut. aku hanya ingin si kaya diberikan pengajaran yang setimpal.” >> ndoain tapi dengan cara yang halus yah berarti, hehehe…

Lalu tak lama setelah itu, rumah tangga suami istri jadi berantakan dan anak2nya pergi menjauh. Sehingga mereka bercerai dan si istri pun kini menjanda.

Singkat cerita si janda kedatangan seorang pemuda.Datanglah si pemuda memperkenalkan diri lalu dengan niat menikahi si istri yg menjanda. Hingga akhirnya Jadilah mereka suami istri.

Lalu setelah 1 tahun berlalu tercetus kata dari mulut si suami kedua, si istri diajak menjual rumah mewahnya u disodaqohkan. Krn kesolihahn si istri, maka Jdlah mereka bdua kini tinggal di rumah mungil.Meski rumah saja RSS/Rumah susah slonjor (begitu canda alhabib) namun meski begitu tetap datang kepada mereka seorang pengemis.  Si pengemis meminta-minta dibelaskasihani…

Maka si istri berpesan dari kamarnya supaya si suami bermurah hati dan tdk mbentak si miskin. Ia stress dengan pengalaman yang tlah lalu bersama suami pertamanya.

Maka, dijamulah si miskin dg baik. Dikipasi Dan diberikan makanan.  Betapa bahagianya si istri punya suami baru yang soleh. berbeda dengan yang dulu. Namun, tak lama rasa syukur terbersit, si istri mengamati si miskin, bolak-balik, ia teliti.

Setelah yakin, tak disangka Tiba-tiba si istri jatuh pingsan. Sang suami pun bergegas mengangkat si istri. Setelah siuman, si suami bertanya ada apa gerangan. Si istri menjawab bahwa pengemis yg ditemuinya barusan adalah suami si istri yg dulu.

Ia sangat kaget, seorang yang kaya raya dahulunya, kini menjadi miskin lg meminta-minta. Lalu ia pun minta maaf pada suaminya karena telah merepotkan sehingga jatuh pingsan. Ia menangis karena sedih dengan keadaan suaminya yg dulu.

Dan tahukah apa jawaban si suami kedua itu?”Iya istriku, saya pun  tahu bagaimana sedih dan susahnya saat menjadi orang yang miskin. Karena dulu akulah pengemis yang pernah ditendang suamimu.”Allahu Akbar.

Demikianlah ikhwani,Kalau Amanat Allah dijaga ,maka Allah akan menjaga mu.

Kemudian alhabib Alwi ali alhabsyi Solo pun bercerita, Dulu saya punya ayah, ia ketemu kyai agus efendi. Kyai agus, sudah sepuh tapi masih bisa membaca quran kecil dg mata telanjang tanpa bantuan alat. Dan menyapu pun tegap seakan masih muda saja.

Ketika ditanyakan: “Kyai agus ini sudah umur berapa?” Kyai agus mjawab “135 tahun” . Terheran dengan jawaban pak Kyai, ayah alhabib diyakinkan kembali.”Gigi saya masih utuh, dan saya denger ga pake alat bantu, sedangkan saya punya anak 5 alhamdulillah 5 anak saya meninggal semua, dan saya hidup kini dengan cucu saya yakni ki abdurrahman, ketika ayah alhabib minta bertemu, maka turunlah cucunya Kyai dari lantai 2.Subhanallah, Cucunya itu malah fisiknya sudah ompong, jalan pun dituntun, sehingga yang melihat akan bingung, mana yang kakek dan mana yang cucu…

Lalu dijawablah oleh ki abdurahman, memang benar dirinya itu cucunya . Namanya saja ki abdurahman bin abdurohim bin kyai agus efendi. Ia menjawab bahwa Umur kakeknya itu sekitar 130an tahun. Tepat seperti yang disampaikan Kyai Agus Efendi sendiri.

Ktika ditanya kenapa Allah bisa sampai menjaga fisik Kyai, kyai agus efendi menjawab: Itu karena saya selalu menjaga amanat Allah, saya jaga mata saya dan tidak pernah melihat yang maksiyat, saya seringkan dengan membaca alQur’an, mengaji dan lisan saya rutinkan u bicara yang baik dan bermanfaat serta dzikr sebanyak-banyaknya..

Jika saya jaga, saya yakin  saya tidak akan disia2kan oleh Allah. Subhanallah…Ada cerita, di suatu tempat di Afrika, banyak ulama yang berdebat dengan 3 pendeta namun ulama-ulama itu malah kalah dan masuk agama nasrani krn kelihaian ilmu dan mantiq mereka. Maka ada salah seorang yang meminta bantuan habib abdulqodir bin ahma assegaf Mekkah.

Maka,  Habib abdulqodir bin ahmad assegaf pun menemui ketiga pendeta. Dengan senyum yg indah, mereka Berkenalan. Singkat cerita Habib Abdulqodir ijin ke mesjid untuk menunaikan solat. Akhlaq nya alhabib membuat terheran ketiga pendeta, sehingga yakinlah ketiga pendeta itu bahwa sayyid abdulqodir bukan seorang pembohong. Mereka bertiga menunggu alhabib di depan masjid serta mengamati gerak-gerik mereka.

Maka ketiga pendeta itu tidak jadi pergi malah ingin menemui kembali alhabib, mereka bertiga ditanya jamaah di masjid dan dimintai pendeta untuk memanggil alhabib…

Lantas seusai solat alhabib dipanggil jamaah dan bertemulah mereka kembali, dan mereka menyampaikan keyakinannya bahwa cucunya Rasulullah tersebut mempunyai cahaya kebenaran dalam perangainya sebagaimana akhlaq Nabi saw tergambarkan di Kitab mereka, Injil maupun alQur’an.

Dan mereka bertiga pun kini mengucap syahadat. Semua tidak lain dan tidak bukan berkat akhlaq beliau seperti akhlaqnya Rasulullah saw.

 

================

Semoga bermanfaat. salah tulis salah simak tentulah ada pun sedikit tambahan yang bermaksud memperjelas tanpa berniat mengubah isi pesan poro Habaib.Koreksi dan saran dan tentu DOA dr antum sekalian ditunggu. Jazakallah kher khoiro jaza……
Salam cinta dari ananda kepada abuya….
meski lama tak bersua besar harapan tetap diaku dan kelak dikumpulkan bersama beliau dan bersama DATUKnya, Sayyidina almustofa… shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Doakum
___dari pojok tembok…
alfaqir Kasbi Saja

Check Also

Ribath 1

“Perjuangan Dakwah” oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Atthas – Jum’at, 16 Mei 2014 – di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Jum’at malam Sabtu, 9 Mei 2014 rutinan Majelis Ta’lim Ribath Nurul Hidayah diiringi rintik air ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *