Home / Fikrah / Halaqoh Ilmiyyah bersama Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya

Halaqoh Ilmiyyah bersama Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya

Halaqoh Ilmiyyah bersama Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya

1Bertempat di Aula Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Desa Bedug, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, tepatnya hari Rabu, 12 Februari 2014 / 13 Robi’ul Akhir 1435 H pukul 20.30 WIB telah terselenggara Halaqoh Ilmiah dengan tema “Moderat dalam I’tiqod, Suluk, dan Dakwah”, bersama Al ‘Allamah Al Habib Zaid bin Abdurrahman bin Husein bin Yahya, pimpinan Markaz An Nur, Hadhromaut, Yaman.
2
Acara yang terselenggara berkat kerjasama Yayasan Ribath Nurul Hidayah dengan Majelis Al Muwasholah Bayna Ulama Al-Muslimin dihadiri oleh sekitar 100 lebih peserta yang berasal dari Para Habaib, Kiai, Ustadz, Alumni Pondok Pesantren, serta kalangan akademisi baik dosen, guru, mahasiswa dan siswa SMA/SMK.
Halaqoh diawali dengan pembacaan Ratib Al Atthos, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Khodimul Majelis Abuya Al Habib Sholeh bin Ali Al Atthos sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Desa Bedug, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, yang juga murid dari Al ‘Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz, Hadhromaut, Yaman. Dalam sambutannya beliau manyampaikan pentingnya berdakwah dengan menggunakan berbagai media agar lebih dekat dengan masyarakat.
3
Pukul 21.15 WIB acara inti dimulai didahului dengan pembacaan biografi dan foto-foto Habib Zaid bin Abdurrahman bin Husein bin Yahya oleh moderator Sdr Imron Rosyadi, penyampaian tausiyah berlangsung sekitar 1 jam kemudian dilanjutkan sesi Tanya jawab 30 menit.

Tepat pukul 21.30 WIB Habib Zaid bin Abdurrahman bin Husein bin Yahya mengawali tausiyah dengan mengucapkan terima kasih telah disampaikan biografinya dihadapan peserta Halaqoh.

Beliau menyampaikan pentingnya konsep “ wasathiyah” dalam Islam. Wasathiyah sendiri memiliki makna jalan tengah dimana tidak terlalu keras dan tidak terlalu meremehkan. Dewasa ini telah banyak muncul pemahaman-pemahaman yang terlalu keras dimana dalam dakwahnya begitu mudahnya mengkafirkan sesama muslim bahkan beberepa diantaranya saling bunuh antar umat muslim hanya karena perbedaan pandangan dalam Islam. Oleh karena itu konsep wasathiyah perlu disebarluaskan kepada umat Islam agar kehidupan manusia di dunia ini benar-benar sesuai dengan konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
4
Meskipun demikian sebagai umat Islam kita jangan langsung memerangi mereka yang terlalu keras agar tidak terjadi gesekan antar umat Islam, lebih baik menggunakan pendekatan yang lembut dan penuh hikmah agar mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Habib Zaid bin Abdurrahman bin Husein bin Yahya menutup tausiyahnya dengan menyampaikan kesimpulan bahwa sebagai umat Islam kita perlu memegang teguh Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah Al Asy’ariyyah wal Maturidiyyah `Ala Madzahib Al Arba`ah sebagai pemegang konsep wasathiyah yang mengambil jalan tengah dalam memandang Islam, beliau juga menghimbau agar peserta halaqoh diharapkan bisa menjadi perintis dakwah wasathiyah untuk masyarakat.

Check Also

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *