Home / Tausiyah Al Habib Sholeh Al Attas / Peristiwa Isra Mi’raj (bagian 1) – Jum’at, 2 Mei 2014 – oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Peristiwa Isra Mi’raj (bagian 1) – Jum’at, 2 Mei 2014 – oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Abuya Al Habib Sholeh bin Ali Al Atthos sedang berdoa

 

Beliau Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas memulai kajian dengan berdoa :

“Allohumma bariklana fii rojaaba wa sya’baana wa ballighna romadloon”

Sayyid Al Imam Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz beliau mengatakan apabila ada orang yang membaca doa tersebut di bulan Rajab, maka orang tersebut akan mendapat keberkahan dari Alloh SWT. Keberkahan itu berasal dari kata AL BAROKATU maknanya “ziyadatul khoir” atau bertambahnya kebaikan. Tambah baik itu “relatif”, masing-masing orang kadarnya berbeda-beda. Ada orang yang baiknya sangat cepat, ada yang sedang, ada yang sangat pelan perubahan kebaikannya yang penting istiqomah. Di bulan Rajab ini semoga semuanya bisa ditambahkan kebaikannya oleh Alloh SWT, yang biasanya baca Al Qur’annya sedikit bisa lebih banyak lagi, yang biasanya jarang sedekah bisa tambah banyak sedekahnya, yang biasanya kurang berbakti kepada orang tua bisa tambah berbakti lagi, yang biasanya belum istiqomah berangkat majelis semoga bisa tambah istiqomah dan rindu akan ketenangan hadir di majelis, seorang istri yang belum maksimal ketaatannya kepada suami di bulan Rajab ini semoga bertambahlah ketaatanna. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam suatu riwayat beliau pernah menangis tersedu-sedu, menangis dan menangis dan menangis dan menangis.

Sahabat bertanya: ya Rasulullah, kenapa menangis ?

Rasulullah : aku kangen,aku rindu sama saudara saudaraku.

Sahabat: kami ini siapa ya Rasulullah ?

Rasulullah: kamu adalah sahabat sahabatku.

Sahabat: apakah Rasul tidak rindu kepadaku ?

Rasulullah: aku kangen, aku rindu kepada antum semua, tapi ada orang yang membuat aku lebih rindu daripada kalian

Sahabat: siapa ya Rasulullah ?

Rasulullah : Orang-orang umatku yang tidak pernah melihatku, akan tetapi tetap iman kepadaku

Melalui kisah ini semoga kita semakin tambah cinta kepada Rasulullah Shollallohu’alaihi Wasallam. Amiin Ya Robbal ‘Alamiin.

Di bulan Rajab ini ada sebuah kisah yang menakjubkan yaitu peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shollallohu’alaihi Wasallam. Di suatu malam Malaikat Jibril pernah mendatangi Rasulullah untuk membelah dada Rasulullah, dalam riwayat Rasulullah pernah dibelah dadanya sebanyak empat kali. Untuk diambil hatinya, dicuci dengan air zamzam dan dibersihkan hatinya bukan berarti hati Rasulullah kotor, karena jangan sampai kita suudzon kepada Rasulullah Shollallohu’alaihi Wasallam.

Ada sebuah kisah di zaman Rasulullah beliau melihat seseorang memanen padi terus-terusan tetapi tidak pernah habis. Kemudian Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril, “ Siapa itu wahai Malaikat Jibril ?”, kemudian Malaikat Jibril menjawab, “Itulah umatmu Ya Rasulullah, umat yang AHLI SEDEKAH, orang yang ahli sedekah tidak bakal habis dunianya”.
Dalam peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah ada ciri “IMAMATUL ANBIYAA” yaitu menjadi Imam para Nabi dan para Rasul. Para Nabi dan Rasul hakikatnya tidak mati seperti jasadnya, bahkan suatu ketika Nabiyulloh Hud ‘Alaihissalam pernah bermakmum kepada Rasulullah Shollallohu’alaihi Wasallam.

Ada sebagian ulama yang meriwayatkan peristiwa Isra Mi’raj terjadi di bulan Romadlon, namun menurut Imam Nawawi dan sebagian besar ulama lainnya mengatakan bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada bulan Rajab. Ada perbedaan mengenai kapan peristiwa Isra Mi’raj, diantaranya yang mengatakan peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada 1 tahun sebelum Hijrah artinya 12 tahun setelah kenabian tepatnya pada saat Rasulullah berusia 52 tahun, ini seperti pendapat Imam Qadhi Ibnu Iyadh. Dalil peristiwa Isra Mi’raj ada pada Al Quran surat Al Isra ayat 1. Meski ada perbedaan tentang kapan peristiwa Isra Mi’raj Nabi, tetapi tidak ada perbedaan mengenai hasil dari peristiwa Isra Mi’raj yaitu SHOLAT LIMA WAKTU.
Begitu mulianya Rasulullah hingga pada suatu ketika beliau berdakwah ke daerah Thaif bersama sahabat Zaid bin Haritsah, disana beliau bukan disambut dengan baik melainkan dilempari batu dan kerikil oleh anak-anak kecil sampai berlumuran darah. Kemudian beliau bersandar di bawah pohon kurma, datanglah seorang budak menawarkan anggur di Thaif. Lalu dimakanlah anggur itu oleh Rasulullah dengan mengucap “BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM” terlebih dahulu. Seorang budak itu kaget ketika Rasulullah mengucap kalimat itu, kemudian budak itu bertanya kepada sahabat Zaid bin Haritsah, “Siapa itu ? Kok bisa mengucap kalimat seperti apa yang tercantum dalam Kitab Nabiyulloh Isa dan Kitab Taurat ?”, sahabat Zaid menjawab, “Beliau Rasulullah Muhammad Shollallohu’alaihi Wasallam”, lalu budak itu langsung meminta untuk dibaiat syahadatnya dan masuk Islam bersama Rasulullah Shollallohu ’Alaihi Wasallam.

Melihat Rasulullah dianiaya sampai berdarah, Malaikat Jibril berkata, ”Ya Rasulullah, aku diperintahkan untuk menghancurkan dan meluluhlantakkan Thaif karena telah menganiayamu”. Kemudian Rasulullah berkata, “Sudah tidak apa-apa, dimaafkan saja karena mereka memang belum mengenal Islam”.

Peristiwa itu yang membuat Sayyid Al Imam Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz pernah menangis saat hendak berdakwah di suatu tempat, ketika ditanya “Ya Habib, kenapa engkan menangis ?”, beliau menjawab, “Aku membayangkan bagaimana dulu saat Rasulullah berdakwah ke Thaif dilempari batu sampai berdarah, sedangkan saat ini aku disanjung dan diberi penghormatan yang istimewa oleh tuan rumah”.

Peristiwa Isra diterangkan dalam Al Qur’an tepatnya Surat Al Isra, sementara peristiwa Mi’raj diterangkan dalam Hadits-hadits Nabi. Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik Radhiyallohu’anhu, ketika Mi’raj Nabi Muhammad SAW menggunakan BUROQ yaitu hewan yang berwarna putih dan tingginya hampir seperti “Khimar” atau keledai dan lebih pendek dari kuda. Rasulullah menaiki Buroq dari Mekkah menuju Baitul Maqdis atau sekarang ini berada di wilayah Negara Palestina yang dari dulu hingga saat ini terus-terusan terjadi konflik dengan Israel, kemudian Buroq itu diikatkan ke sebuah pohon. Kemudian Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah membawa 2 buah minuman, “khamr” dan “susu”, lalu Rasulullah memilih susu karena susu adalah air yang sangat suci dan murni seperti saat kita dulu masih bayi menyusu kepada ibu kita.

WALLOHU A’LAM BISSHOWAB
— Insya Alloh bersambung bagian kedua —-

Abuya bersama jama'ahnya

 

Check Also

Ribath 1

“Perjuangan Dakwah” oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Atthas – Jum’at, 16 Mei 2014 – di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Jum’at malam Sabtu, 9 Mei 2014 rutinan Majelis Ta’lim Ribath Nurul Hidayah diiringi rintik air ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *