Home / Tausiyah Al Habib Sholeh Al Attas / Peristiwa Isra Mi’raj (bagian 3) – Jum’at, 9 Mei 2014 – oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Peristiwa Isra Mi’raj (bagian 3) – Jum’at, 9 Mei 2014 – oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

1

Bulan Rajab sudah memasuki malam ke-10 yang jatuh tepat di malam Sabtu, malam yang ditunggu-tunggu oleh segenap para muhibbin pecinta Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Mereka berbondong-bondong mendatangi taman surga untuk mengais secercah ilmu di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah. Tepat setelah sholat Isya selesai hujan mengguyur wilayah Tegal dan sekitarnya, meski hanya sebentar namun cukup membasahi bumi dimana beberapa hari ini terasa sangat panas cuacanya. Hujan pun terang sebentar untuk memberi kesempatan bagi para muhibbin agar bisa mendatangi majelis ilmu. Sesaat setelah pembacaan Sholawat Mudhoriyah baru dimulai oleh santri, hujan turun lagi, para jama’ah menepi di selasar kamar santri dan di Masjid Baiturrokhim.

Para santri pun bergegas untuk memindah semua peralatan baik hadhroh maupun sound system untuk diboyong ke Masjid karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan apabila rutinan majelis tetap diadakan di halaman pondok pesantren. Acara tetap dilanjutkan dengan khidmat meski hujan mengguyur membasahi bumi. Alhamdulillah, jamaah yang hadir cukup banyak hingga semua ruangan Masjid pun penuh oleh jamaah laki-laki bahkan sampai membludak keluar Masjid, sementara jamaah perempuan tetap berada di selasar kamar santri dan mengikuti acara dengan khidmat.

3 4

Pembacaan Ratib Al Attas dibarengi dengan guyuran hujan rahmat, namun sesekali hujan berhenti. Tiba saatnya Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas memasuki mimbar dakwah untuk memulai pembacaan Maulid Ad Dhiyaul Lami’. Seusai pembacaan Maulid tepatnya setelah Mahalul Qiyam acara inti tausiyah yang ditunggu-tunggu pun segera dimulai yaitu melanjutkan peristiwa Isra Mi’raj yang diambil dari Kitab Hadaaiqul Anwar wa Matholi’ul Asror fii Siirotin Nabiyyil Mukhtar yang disusun oleh Al Imam As Syaikh Muhammad bin Umar Bahraq Al-Hadromiy.

Seperti biasanya Al Habib Sholeh bin Ali Al Attas memulai tausiyah dengan memanjatkan doa untuk jama’ah agar senantiasa diberikan istiqomah dalam menghadiri majelis ilmu dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yag telah dilakukan.

Beliau melanjutkan kajian pertemuan sebelumnya yaitu setelah Rasulullah SAW naik ke tujuh pintu langit bertemu dengan para Nabi terdahulu, kemudian Rasulullah naik ke Sidratil Muntaha dilihat tempat yang sangat Maha Luas Sekali bentuknya seperti kuping gajah dan panjangnya sejauh mata memandang, ada berbagai warna yang berbeda-beda bahkan manusia sendiri tidak akan mampu menggambarkan betapa indahnya Sidratil Muntaha.

Pertama kali yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah sholat sebanyak 50 waktu dalam sehari, kemudian beliau menuju Nabi Musa AS di langit keenam dan bertemu dengannya, kemudian Nabi Musa AS berkata, “Apa yang dikatakan Tuhanmu?” “aku di berikan hadiah untuk membawa shalat 50 waktu dalam sehari”

“Baliklah..!, Bani Israil tidak mampu melakukan 50 waktu apalagi ummatmu, Ummatmu lebih pendek usianya, lebih lemah, lebih tidak berdaya, balik lagi minta keringanan” Maka Rasulullah SAW kembali, ketika meminta kekurangan seraya berkata : “Wahai Allah sungguh Ummatku sudah sangat lemah dibanding ummat-ummat sebelumnya” Maka Allah Subhanahuwata’ala menguranginya 5 menjadi 45 waktu, Dia turun pada Nabiyallah Musa, Musa a.s berkata : “apa yang kau dapat, di kurangi berapa?” Rasul saw menjawab : “Lima” “kembalilah lagi, 45 waktu tidak mampu ummatmu, minta dikurangi lagi, minta keringanan” Maka Nabi saw balik lagi pada Allah, dikurangkan lagi 5 hingga demikian sampai tersisa 5 waktu yaitu beliau bolak-balik demi minta keringanan.
Ketika di malam Isra’ wal Mi’raj Nabi Musa a.s melihat wajah Rasulullah Saw sesaat setelah kembali dari hadapan Allah Swt dengan wajah yang terang benderang bias dari cahaya Rabbul’alamin swt, Nabiyallah Musa a.s bahkan mencari alasan supaya Muhammad kembali lagi ke atas supaya bisa balik lagi, jumpa lagi, melihat lagi cahaya keindahan Allah, wajah Beliau bagaikan cermin yang mencerminkan cahaya keagungan Ilahi, balik lagi keatas, balik lagi hingga berkali kali Nabi Musa a. bisa menikmati bias dari cahaya keindahan Rabbul’alamin yang terlihat di wajah Sayyidina Muhammad Saw dan setelah itu Nabiyallah Musa pun ketika Rasul berkata : “Sudah cukup 5 waktu tadi sudah di beri pahala 50 waktu oleh Allah subhanahu wata’ala”. ”Kembali lagi”, Rasul berkata : “Aku sudah malu, karna Allah Swt sudah berfirman : “ Aku sudah lewatkan dan sudah jalankan fardhu-Ku untuk hamba-hamba Ku”.

Begitu sayangnya Rasulullah kepada umatnya sampai-sampai segala perintah yang memberatkan tidak ditimpakan kepada umatnya namun meminta untuk ditimpakan kepada dirinya saja. Misalnya Rasulullah diwajibkan untuk sholat Tahajud tetapi umatnya hanya disunnahkan saja atau perintah kewajiban untuk siwak kepada Rasulullah tetapi umatnya hanya disunnahkan saja.

Melihat kondisi umat yang dirasa terlalu berat apabila sholat 50 waktu dalam sehari, maka atas usulan dari Nabi Musa AS, Rasulullh SAW memohon kepada Allah SWT agar diringankan sholatnya hingga akhirnya ketemu 5 waktu sholat dalam sehari. Subhanallah, begitu cintanya Rasulullah kepada umatnya, maka wajib bagi kita untuk mencintai Rasulullah SAW.

Di masa sekarang ini sholat 5 waktu saja masih banyak yang merasa berat, bahkan sampai tinggal sholat setiap hari pun tidak merasa bersalah. Begitu indahnya Islam memahami keadaan seperti itu ada celah bagi orang yang sering meninggalkan sholat bisa diganti dengan mengqodhonya agar dirinya tetap bisa sholat sebanyak waktu yang ia tinggalkan. Karena sholat itu ibadah mahdloh yang tidak bisa diwakilkan, beda halnya dengan puasa maupun haji yang bisa diwakilkan apabila sudah meninggal, sehingga bagaimanapun keadaannya sholat itu harus dilakukan.

Itulah salah satu keistimewaan umat Nabi Muhammad SAW dibandingkan umat lainnya, bahkan Nabi Musa AS pernah berdoa dan memohon kepada Allah agar dijadikan umat Nabi Muhammad SAW. Nabi Isa AS pun berdoa agar dijadikan umat Nabi Muhammad SAW, beliau diangkat ke langit dan kelak sebelum hari kiamat akan turun untuk membawa kembali ajaran Rasulullah SAW. Maka beruntunglah bagi kita yang dilahirkan menjadi umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Umat yang mencintai Rasulullah, mencintai sahabatnya, dan mencintai dzurriyyahnya.

Tanggung jawab menjadi dzrriyyatur Rasul itu sangat berat, karena mengemban amanah dari datuknya Rasulullah SAW. Menurut Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi shohibul Maulid Simtud Duror mengatakan bahwa orang ahli ibadah apabila berasal dari Dzurriyatur Rasul akan lebih faqih dan lebih merasakan betapa nikmatnya beribadah, tetapi sebaliknya sejelek-jelek orang ialah Dzurriyyatur Rasul yang tidak mematuhi datuknya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Mudah-mudahan kita semua menjadi orang-orang yang ahli ibadah terutama sholat 5 waktu, dalam keadaan apapun jangan sampai kita meninggalkan sholat fardhu terutama sholat Subuh sebab bila satu kali meninggalkan sholat Subuh nama kita akan dicatat di dalam neraka Jahannam, tinggal sholat Subuh 2 kali akan tertulis 2 kali pula di neraka Jahannam, tinggal  sholat Subuh 3 kali pun akan tertulis 3 kali di neraka Jahannam dan begitu seterusnya. Na’udzubillahi min Dzalik. Mudah-mudahan hati kita selalu tertaut kepada Allah Subhanahuwata’ala agar sholat kita tetap terjaga dan ibadah serta amaliyah lain pun tak ketinggalan pula.

5

WALLOHU A’LAM BISSHOWAB

— Insya Alloh bersambung bagian keempat —-

Check Also

Ribath 1

“Perjuangan Dakwah” oleh Al Habib Sholeh bin Ali Al Atthas – Jum’at, 16 Mei 2014 – di Pondok Pesantren Ribath Nurul Hidayah, Bedug, Pangkah, Tegal

Jum’at malam Sabtu, 9 Mei 2014 rutinan Majelis Ta’lim Ribath Nurul Hidayah diiringi rintik air ...

2 comments

  1. daerah mana ini gan
    acaranya tiap hari apa

  2. Administrator

    KABUPATEN TEGAL.. JAWA TENGAH GAN
    ACARA MAJELIS TALIM RUTIN
    MALAM SABTU MALAM RABU…
    TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI WEB KAMI :)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *